Cara Membuat Konsentrat Fermentasi Pakan Kambing


    Informasi Menarik Mengenai Cara Membuat Pakan Kambing Fermentasi Kering

 

Kambing merupakan hewan ternak yang sering dibudidayakan karena mempunyai banyak manfaat. Mulai dari daging, susu hingga kotorannya pun dapat dimanfaatkan sebagai lahan bisnis. Untuk meningkatkan kualitasnya, pemberian asupan pakankambing fermentasi kering bisa menjadi solusi.


 


Selain pemberian rumput, misal rumput pakchong, kambing juga membutuhkan nutrisi tambahan untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Oleh karena itu, Anda dapat menerapkan cara membuat fermentasi konsentrat kering. Selain terjamin kebersihannya, pembuatan fermentasi pakan kambing secara mandiri juga lebih menghemat biaya.v Berikut ini akan kita bahas cara pembuatan pakan kambing fermentasi.

 

 

Fungsi Pemberian Fermentasi Konsentrat Kering

 

Sebenarnya, makanan pokok untuk kambing hanya rerumputan hijau saja. Namun, rasanya kurang optimal jika tidak diberikan asupan tambahan. Maka dari itu, dengan adanya pemberian fermentasi konsentrat kering, memberikan banyak fungsi yang baik untuk pakan kambing. Lalu, apa sajakah itu?

1.      Pemberian Pakan Lebih Efisien

 

Tidak hanya sekedar mengenyangkan, pakan kambing fermentasi kering dipercaya mampu menjadikan proses makan hewan ternak lebih efisien karena setiap nutrisi tambahan yang dibutuhkan, semuanya tercampur rata melalui proses pengadukan konsentrat kering dan rumput.

 

Selain itu, konsentrat kering untuk kambing juga efisien dari segi waktu dan biaya. Proses pembuatannya pun tidak begitu lama dan biaya yang dikeluarkan juga terjangkau, sehingga para peternak banyak memilih pakan kambing fermentasi kering untuk ternak mereka.

 

Mungkin orang umum pada awalnya berfikir bahwa pembuatan fermentasi konsentrat hanya berlaku untuk suplemen dalam bentuk minuman saja. Namun, dengan banyaknya inovasi terkini yang tercipta, menjadikan konsentrat bisa diubah dalam bentuk pakan ternak. Menarik sekali, ya?

 

2.      Memenuhi Kebutuhan Asupan Kambing

 

Untuk mendapatkan kondisi kesehatan kambing terus terjaga dan seimbang, maka para peternak sangat disarankan untuk mencampurkan konsentrat fermentasi kering dalam setiap asupan hewan ternak supaya kebutuhannya terpenuhi.

 

Namun, jangan karena konsentrat kering ini mempunyai banyak nutrisi, Anda dapat dengan leluasa memberikannya kepada kambing. Pastikan takaran antara konsentrat dan rerumputan hijau seimbang. Karena pada dasarnya, konsentrat hanya sebagai tambahan saja, bukan pakan utama.

 

Dikhawatirkan jika pemberian konsentrat secara berlebihan, mungkin saja tubuh kambing akan mengalami proses penggemukan dan menghasilkan daging yang banyak, akan tetapi hewan tersebut tidak menjalani pola hidup yang sehat dan bisa mengakibatkan obesitas.

 

3.      Meningkatkan Bobot Tubuh Kambing

 

Anda mempunyai permasalahan tubuh kambing terus menyusut dan susah gemuk? Jika iya, berikan pakan kambing fermentasi kering untuk merangsang tubuhnya memproduksi zat-zat yang dapat menambah bobot tubuhnya secara perlahan.

 

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya saja tubuh si kambing memang membutuhkan ransangan vitamin dari luar tubuhnya untuk dapat mendorong produksi lemak yang tidak optimal. Kandungan nutrisi pada konsentrat kambing menjadikannya lebih sehat dan bugar.

 

Jika bobot tubuh kambing sudah termasuk dalam kriteria Anda sebagai peternak, sesuaikan kembali porsi pemberian konsentrat pada pakan kambing, sehingga kandungan nutrisinya seimbang dan tidak terbuang dengan sia-sia. Jadi, perhatikan kembali pemberian porsi pakannya, ya.

 

4.      Menambah Kandungan Gizi Penting

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa proses fermentasi pada proses pembuatan konsentrat kering memang mengandung banyak gizi penting yang sangat baik untuk kambing. Tujuan utama dilakukannya fermentasi adalah untuk meningkatkan daya keawetan setiap gizi di konsentrat tersebut.

 

Pada konsentrat yang melalui proses fermentasi terdapat kandungan senyawa bernama enzim selulase dan menghasilkan glukosa. Selain itu, penambahan cairan EM-4 yang mengandung mikroba khusus juga mampu mencerna kadar serat yang terdapat dalam bahan-bahan fermentasi.

 

Proses fermentasi di konsentrat juga sedikit mengubah komponen yang ada. Misalnya saja seperti kabohidrat yang mengalami penurunan dan kandungan protein justru memiliki sifat tetap. Kondisi yang dialami oleh protein dipengaruhi oleh enzim amilase.

 

5.      Sumber Protein dan Energi

 

Protein dibutuhkan oleh kambing sebagai proses pembentukan otot jaringan pada tubuhnya. Semakin kebutuhan proteinnya terpenuhi dengan baik, maka  otot akan terbentuk jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

 

Selain itu, pemenuhan protein juga mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan oleh kambing betina. Bisa dilihat dari beberapa penelitian yang telah diujikan bahwa selain faktor genetik dan lingkungan, protein mampu meningkatkan kualitas susu kambing.

 

Energi yang terkandung dalam konsentrat menjadikan tubuh kambing lebih bertenaga. Selain itu, adanya energi juga mampu meningkatkan metabolisme, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

 

Cara mebuat Fermentasi Pakan Kambing Konsentrat Kering

 


Cara Membuat Konsentrat Fermentasi Pakan Kambing


Pembuatan pakan fermantasi kambing  kering tidak akan sempurna jika Anda salah dalam cara penerapannya. Oleh karena itu, berikut ini terdapat langkah mudah yang dapat Anda ikuti, sehingga hasilnya juga lebih maksimal.

 

Sebelum mengikuti cara cara membuat pakan ternak fermentasi , Anda perlu menyiapkan beberapa bahan utama. Diantaranya, onggok dan bekatul yang berguna sebagai sumber energi. Lalu ampas tahu dan tumpi jagung sebagai sumber protein. Jika semua sudah siap, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1.      Penggabungan Bahan-Bahan Konsentrat

 

Tahap pertama yang dapat Anda lakukan adalah mencampurkan molases dengan EM4. Aduk molases beserta EM4 hingga semuanya menyatu. Pada tahap ini, Anda dapat menambahkan garam sebagai sumber mineral, lalu lakukan kembali pengadukan.

 

Jika dirasa campuran ini terlalu kental dan sulit untuk diolah, Anda bisa menggunakan air secukupnya untuk melarutkan bahan-bahan yang telah dicampurkan sebelumnya.

 

Setelah itu, susun bahan-bahan kering lainnya di tempat yang sudah disediakan. Sebisa mungkin posisikan bahan bertekstur kasar berada di bawah, dan bahan bertekstur halus di bagian paling atas, misalnya saja seperti premix.

 

Jika sudah disusun, tuangkan cairan molases dan EM4 pada bahan kering, lalu campur hingga semuanya teraduk merata. Pastikan setiap bahan tercampur sempurna. Untuk mempermudah proses ini, Anda bisa menghamparkan bahan-bahan kering tersebut di permukaan datar.

 

2.      Proses Penyimpanan Konsentrat

 

Setelah bahan kering dan basah sudah dicampur secara merata, saatnya melakukan proses fermentasi dengan memasukan seluruh bahan ke dalam wadah, yaitu tong biru berukuran besar. Padatkan isian tersebut dengan cara diinjak-injak, lalu tutup bagian atasnya menggunakan klem.

 

Pastikan tong biru tersebut sudah tertutup rapat oleh klem pengunci dan letakkan pada kondisi ruangan yang teduh. Anda hanya perlu menunggu waktu hingga seminggu untuk mendapatkan hasil fermentasi terbaik.

 

Setelah sudah melalui proses fermentasi, maka hasil dari pakan kambing fermentasi kering yang sempurna adalah berwarna kuning cerah. Selain itu, aroma dari fermentasi pakan menyerupai tape, yaitu sedikit asam.

 

3.      Hasil Fermentasi Konsentrat

 

Hasil pengolahan fermentasi konsentrat pakan kambing bisa langsung digunakan berdasarkan tujuan utama Anda. Pemberian asupan ini bisa untuk mendukung proses breeding dan fattening a. Keduanya harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan kambing dalam memenuhi nutrisi.

 

Dalam proses breeding, Anda dapat memberikan konsetrat selama dua hingga tiga minggu sebelum indukan kambing akan melalui proses perkawinan. Metode yang diterapkan ini bisa disebut dengan teknik flushing, dan hal tersebut mampu memancing kesuburan kambing.

 

Sedangkan dalam proses fattening, yaitu penggemukan  kambing dengan pakan fermentasi , kambing dapat diberikan konsumsi konsentrat secara berkala setiap harinya. Perbandingan dengan hijauan rumput sebagai pakan pokok kambing bisa berkisar antara 40:60.

 

Itulah pembahasan lengkap mengenai pakan kambing fermentasi beserta dengan cara membuat konsentrat. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Asalkan Anda mempersiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan serta menerapkan proses pembuatannya yang tepat.

 

Membuat pakan kambing fermentasi kering memang membutuhkan sedikit waktu lebih lama dibandingkan Anda harus membelinya secara langsung meskipun dengan harga terjangkau. Namun, dengan membuatnya sendiri, Anda dapat mengatur seberapa banyak pemberiannya untuk kambing ternak.

 


 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel