Tata Cara Menyembelih Kambing Domba Aqiqah

 

 Tata Cara Menyembelih Kambing Domba Aqiqah


Setiap anak yang lahir dan memeluk agama Islam pastinya akan diberlakukan sebuah tradisi aqiqah. Tradisi ini bertujuan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya buah hati dalam keluarga tersebut. Adanya kambing aqiqah adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam proses aqiqah itu sendiri.

 


Tradisi Aqiqah dalam Agama Islam

 

Di dalam agama Islam terdapat sebuah anjuran yang menyebutkan bahwa setiap anak yang baru lahir, harus dilakukan sebuah tradisi aqiqah. Meskipun sebenarnya, anjuran ini lebih dikhususkan untuk mereka yang mampu. Jika dilihat dari segi bahasa, arti dari aqiqah adalah memotong.

 

Selain itu ada definisi lain yang menyebutkan bahwa aqiqah merupakan nama rambut bayi yang baru saja dilahirkan di dunia. Jika dilihat dari segi istilah, arti dari aqiqah adalah melakukan penyembelihan hewan ternak tepat pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi tersebut.




 

Jika dilihat dari sisi hukum agama Islam, ternyata ada 2 pendapat mengenai hukum akikah yaitu hukum sunnah dan hukum wajib.

 

1.      Sunnah

 

Aqiqah masuk kedalam hukum sunnah muakkad atau sebuah sunnah yang harus diutamakan. Hal ini mengacu pada setiap muslim yang mampu atau memiliki sebuah harta yang cukup, maka dianjurkan untuk melakukan tradisi ini ketika lahirnya seorang anak.

 

Akan tetapi, bagi umat Islam yang kurang mampu dalam urusan ekonomi, maka tradisi ini bisa ditiadakan. Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa prosesi aqiqah dianjurkan untuk orang tua yang berkecukupan secara materiil.

 

2.      Wajib

 

Jika dilihat dari segi hukum wajibnya, maka tradisi aqiqah wajib dilakukan pada saat hari ke-7 setelah si bayi lahir ke dunia. Hal ini memang sudah disebutkan dalam hadits. Sehingga bila mengacu pada hadits tersebut, seorang anak tidak bisa memberikan syafaat untuk orang tua jika belum diaqiqahkan.

 

Sebagian orang mungkin memiliki pertanyaan, “apakah aqiqah harus kambing?” Berdasarkan kitab suci dan hadis, maka jawabannya adalah “iya”. Hewan yang harus disembelih haruslah kambing aqiqah atau sejenisnya, misalnya domba.

 



Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

 

Melakukan prosesi aqiqah ternyata tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Pasalnya, ada beberapa tata cara yang harus diikuti agar prosesi tersebut bisa dianggap sah atau sempurna sesuai syariat Islam.  Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang tata cara menyembelih kambing aqiqah sesuai anjuran agama Islam.

 

1.      Waktu Pelaksanaan Aqiqah

 

Para ulama menyepakati secara bersama bahwa, melakukan tradisi aqiqah bisa dilakukan pada hari ke-7 dari pertama kali bayi tersebut lahir. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah pada zaman dahulu.

 

Akan tetapi, jika memang ada beberapa halangan yang mengakibatkan penundaan aqiqah ini, maka waktu pelaksanaan bisa dilakukan pada hari ke-14 ataupun pada hari ke-21. Bahkan jika memang orang tua muslim tidak memiliki kecukupan secara ekonomi, maka boleh tidak melaksanakannya.

 

2.      Syarat Memilih Kambing Aqiqah

 

Salah satu syarat paling penting yakni adanya kambing atau domba. Hewan yang yang digunakan dalam proses aqiqah tentu harus sehat. Selain sehat, berat kambing untuk aqiqah haruslah yang gemuk.

 

Sedangkan syarat umur kambing aqiqah adalah berumur minimal setengah tahun atau 6 bulan. Kambing untuk aqiqah anak laki-laki berjumlah 2 ekor, sedangkan untuk anak perempuan jumlah kambing yang digunakan adalah sebanyak 1 ekor.

 

Lantas bagaiman dengan cara memilih kambing kurban ?


3.      Pembagian Hasil Penyembelihan

 

Ketika proses penyembelihan kambing aqiqah sudah selesai. Maka setiap daging yang telah dipotong haruslah dibagikan baik kepada tetangga maupun kerabat. Proses pembagian daging ini sedikit berbeda dengan pembagian daging hewan qurban.

 

Aqiqah bisa dikatakan mirip dengan ibadah qurban atau Idul Adha. Perbedaannya adalah pada proses pembagian hasil penyembelihan. Pada ibadah qurban, pembagian daging dilakukan tanpa adanya proses pengolahan terlebih dahulu.

 

Sedangkan untuk proses pembagian daging aqiqah, haruslah diolah dahulu atau dimasak hingga matang. Anda sebagai orang tua pun disunnahkan untuk mengkonsumsi daging yang sudah dimasak tersebut. Sepertiga daging yang telah diolah, harus diberikan kepada pihak tenaga maupun kerabat.

 

4.      Memberikan Nama Anak

 

Aqiqah tidak hanya soal penyembelihan saja. Ada proses lain yang perlu dilakukan saat pelaksanaan aqiqah. Prosesi tersebut adalah pencukuran rambut anak dan pemberian nama. Akan tetapi, prosesi ini dihukumi sunnah, sehingga tidak wajib dilakukan bersamaan dengan aqiqah.

 

Ketika memberikan nama kepada anak, sebaiknya Anda perlu memperhatikan arti dari nama tersebut. Pastikan bahwa nama yang dipilih memiliki arti yang baik. Hal ini dikarenakan nama merupakan sebuah harapan agar menjadi cerminan akhlak yang dimiliki oleh anak tersebut.

 

5.      Proses Pencukuran Rambut

 

Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa di dalam tradisi aqiqah terdapat prosesi lainnya yaitu mencukur rambut anak yang baru lahir. Proses pencukuran rambut ini dilakukan tepat pada hari ke-7 sejak anak lahir.

 

Tata cara yang dilakukan untuk proses pencukuran rambut ini memang belum ada hadist yang menjelaskan. Walaupun begitu proses pencukuran rambut haruslah dilakukan secara merata. Pencukuran juga harus dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai kepala bayi.

 

6.      Doa Saat Penyembelihan

 

Agar proses penyembelihan kambing aqiqah bisa lebih sempurna, maka harus dilakukan pembacaan doa terlebih dahulu sebelum kambing mulai disembelih. Hal ini harus dilakukan, jika Anda belum yakin mampu, maka bisa minta didoakan oleh ustadz maupun tokoh agama.

 

7.      Pembacaan Doa Bagi Anak

 

Setiap anak yang diaqiqahkan, maka juga harus didoakan. Bacaan doa tersebut adalah sebagai berikut ini.

 

 "A'udzu bi kalimaatillaahit tammati min kulli syaithooni wa hammah. Wa min kulli 'aynin lammah."

 

Arti dari bacaan tersebut adalah "saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian."

 


Perbedaan Kambing Aqiqah dan Domba

 

Aqiqah memang bisa menggunakan hewan kurban seperti kambing dan domba. Kebanyakan orang mengira kedua hewan tersebut adalah satu hewan yang sama. Akan tetapi sebenarnya, kedua hewan tersebut memiliki beberapa perbedaan mendasar.

 

Berikut ini adalah penjelasan perbedaan kambing dan domba untuk aqiqah.

 

1.      Kambing

 

a.      Jenggot hanya bisa tumbuh pada jenis kelamin jantan.

b.      Perputaran tanduk yang dimiliki oleh kambing mengarah ke kiri.

c.      Ekor lebih mencuat ke atas.

d.      Pada bibir bagian atas tidak memiliki celah.

e.      Adanya kelenjar bau pada bagian kaki.

f.       Jenis kelamin jantan memiliki bau (prengus) yang lebih menyengat.

g.      Daun merupakan makanannya.

 

2.      Domba

 

a.      Baik jantan maupun betina tidak tumbuh jenggot.

b.      Adanya celah pada bagian atas.

c.      Ekor yang dimilikinya berbentuk lurus kebawah.

d.      Pada bagian kaki tidak memiliki kelenjar bau.

e.      Tanduk terlihat berputar ke arah kanan.

f.       Rumput adalah jenis makanan yang dikonsumsinya.

g.      Bau dari badannya tidak begitu menyengat seperti kambing.

 

Jika memang Anda merasa mampu secara ekonomi, akan lebih baik bila melakukan aqiqah untuk anak Anda. Selain sebagai wujud rasa syukur, aqiqah juga bisa menjadi ladang sedekah. Artinya, Anda bisa sekaligus menyenangkan orang lain yang menerima daging kambing aqiqah.

 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel